Rakor PB FOPI Sepakat Pra-PON Petanque Dihajat Bulan Agustus di Jakarta

0
325
Nyoman Yamadhiputra (FOTO: dok)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Pengurus Besar Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) memastikan Pra-PON cabang olahraga ini digelar di Lapangan Petanque Cendra Wasih Jakarta Barat tanggal 26 hingga 31 Agustus 2019.

Ketua Umum FOPI Bali, Nyoman Yamadhiputra mengatakan penetapan gelaran Pra-PON tersebut merupakan salah satu butir keputusan Rakor PB FOPI pada 2 Maret lalu di Jakarta.

Yamadhiputra yang juga Binpres KONI Bali ini menjelaskan, provinsi yang berhak melaju ke PON adalah mereka yang meraih peringkat juara umum 1 sampai 7 di Pra-PON nanti. Namun, jika terdapat perolehan medali yang sama, maka ditentukan dengan pertandingan ulang di salah satu nomor yakni double mix.

“Jadi yang lolos bukan berdasarkan per nomor. Dan juga ketentuannya masing-masing provinsi hanya boleh mengirim 7 atlet putra, 7 atlet putri, 3 pelatih dan 1 ofisial. Jadi kalau lolos Pra-PON saja artinya sudah dapat perunggu di PON, tinggal pertimbangannya apakah mau medali atau tidak,” ujar Yamadhiputra, Minggu 3 Maret 2019.

Yamadhiputra mengaku bersyukur karena Pra-PON petanque digelar mendahului hajatan Porprov Bali 2019, September mendatang di Tabanan, sehingga FOPI Bali bisa segera menetapkan skala prioritas mempersiapkan atlet ke Pra-PON.

Untuk nomor-nomor yang dipertandingkan, Yamadhiputra mengatakan Pra-PON petanque mempertandingkan 11 nomor, yaitu single man, single women, double man, double women, double mix, triple man, triple women, triple mix (2 mens, 1 woman), triple mix (1 man, 2 women), shooting man dan shooting women. Kemudian untuk entry by name, paling lambat disetor pada tanggal 25 Juli 2019. Jika lewat setelah itu, tidak boleh diganti lagi.

“Mengingat kuota untuk atlet putra dan putri masing-masing hanya 7 orang saja, itu berarti akan ada atlet yang merangkap di dua nomor atau lebih. Inilah yang harus dipikirkan strateginya,” demikian Nyoman Yamadhiputra.(git)