Ogoh-Ogoh Banjar Dukuh Mertajati dan Mertha Rauh Kaja Raih Nilai Tertinggi

Penilaian ogoh-ogoh di Denpasar

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Ogoh-ogoh milik Banjar Dukuh Mertajati, Kelurahan Sidakarya, Denpasar Selatan dan Banjar Mertha Rauh Kaja Desa Dangin Puri Kaja, Denpasar Timur mendapat nilai tertinggi dari 16 ogoh-ogoh yang diikutkan lomba.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Dewa Gde Juli Artabrata, didampingi Kabid Kebudayaan sekaligus ketua panitia, Made Wedana menjelaskan, seluruh tahapan mulai dari pendaftaran, penilaian hingga pengumuman hasil penilaian telah dilaksanakan sesuai ketentuan.

Selanjutnya sesuai jadwal, Disbud Kota Denpasar mengumumkan 8 nominasi di masing-masing kecamatan yang seluruhnya berjumlah 32 ogoh-ogoh. Ke-32 ogoh-ogoh ini memperoleh apresiasi dari pemerintah senilai masing-masing Rp10 juta.

 “Seluruh tahapan telah dilalui sesuai dengan prosedur, hasilnya sesuai dengan penilaian dewan juri di lapangan, tentunya bersifat transparan dan tidak dapat diganggu gugat,” kata Dewa Juli, Jumat 1 Maret 2019.

Ogoh-ogoh berbahan dasar ramah lingkungan ini nantinya diserahkan kembali ke desa pakraman masing-masing untuk mengatur jalannya perayaan malam Pangerupukan. Sehingga dalam rangka menyambut Nyepi Caka 1941 ini dapat berjalan lancar ditambah tahun 2019 ini merupakan tahun politik.

“Dinas Kebudayaan Kota Denpasar hanya melakukan penilaian nantinya setelah itu seluruh ogoh-ogoh akan dikembalikan ke desa pakraman masing-masing serangkaian malam Pengerupukan,” jelasnya.

 Dewa Juli menambahkan, dari setiap kompetisi menang dan kalah adalah hal yang biasa. “Jadi, bagi 32 nominasi ogoh-ogoh yang beruntung kami sampaikan selamat, dan sisanya yang belum beruntung harus berbesar hati dan terus berusaha di tahun depan dengan karya-karya kreatif sebagai bentuk pelestarian seni dan budaya Bali,” paparnya.

Ia mengimbau peserta pawai ogoh-ogoh tidak mengonsumsi minuman keras dan alkohol sebelum atau saat mengarak ogoh-ogoh. Selain itu, pihaknya menekankan agar setelah diarak, ogoh-ogoh tidak diletakkan di jalan raya. Pihaknya juga mengimbau dalam pelaksanaan pawai ogoh-ogoh tidak menggunakan sound system serta selalu menjaga ketertiban dan bersama-sama menghormati serangkaian Hari Suci Nyepi. 

“Mari bersama-sama kita menghormati serangkaian pelaksanaan Hari Suci Nyepi dengan bersama-sama menjaga ketertiban serta tidak menggunakan sound system dan house music agar terhindar dari permasalahan yang riskan terjadi pada saat pawai ogoh-ogoh saat malam Pengerupukan,” pungkasnya.(zil)