Bedah Warung, Ini Program Teranyar Pemkab Jembrana

Kegiatan BW yang ditandai dengan peletakan tegel pertama oleh Bupati Artha di Warung Bu Komang.

Jembrana, PERSPECTIVESNEWS- Program pengentasan kemiskinan tidak hanya bisa dilaksanakan dengan program yang singkat seperti Bedah Rumah (BR), namun  juga dilaksanakan dengan pola mengubah pendapatan masyarakat miskin tersebut. Salah satu program baru dari Pemkab Jembrana adalah dengan Bedah Warung (BW).

BW diharapkan bisa menarik pangsa pasar baru khususnya generasi milenial. Selain itu dengan pangsa pasar baru itu, budaya kuliner tradisional tidak akan putus pada generasi berikutnya.

Program tersebut diujicobakan pada Jumat (15/2/2019) ditandai dengan peletakan tegel pertama oleh Bupati Artha di Warung Bu Komang, di Dangin Tukadaya (timur Puskesmas) yang sehari-hari menjual makanan khas Jembrana seperti lontong serapah dan jajanan Bali.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan, Made Gede Budhiarta mengatakan, program ini merupakan kerjasama Pemkab Jembrana dan BPD Bali Jembrana yang menelan dana Rp 10 juta.

“Yang dibantu dalam bentuk bangunan baru dengan rangka baja, dan dua unit rak. Jika program ini berjalan positif maka ke depannya akan dilanjutkan,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan program BW, peserta harus menempuh sejumlah syarat yaitu: tanah merupakan milik pribadi namun jika bukan, harus dengan persetujuan pemilik, makanan yang dijual adalah makanan tradisional UMKM produksi sendiri dan bukan makanan modern dan pemilik juga siap untuk menerima program BW tersebut.   

Sementara itu Bupati Artha menyampaikan, program BW ini merupakan bentuk kepedulian dan berbagi kepada warga Jembrana jelang HUT Kepemimpinan Paket ABANG (Artha Kembang) periode ke-2 tahun ke-3  yang jatuh pada 17 Februari 2019.  

“Selain melaksanakan BW, juga dilaksanakan pembagian paket untuk pasien RSU Negara, penyerahan bantuan kepada Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) sebanyak 60 orang bertempat di Gedung Kesenian dan penyerahan celemek bagi para pedagang yang bertempat di Pasar Negara,” tutur Artha.

Disisi lain, Wabup Kembang mengatakan, cara ini (Bedah Warung) adalah upaya untuk menarik generasi milenial dan generasi setelahnya agar bisa kembali ke makanan tradisional.

Menurut Kembang, generasi sekarang lebih memilih fast food dikarenakan tempat yang menarik. “Dengan di bedahnya warung ini diharapkan generasi sekarang bisa tertarik untuk mencoba makanan tradisional tentunya diimbangi dengan excellent food (makanan berkualitas baik) dan excellent service (pelayanan dengan kualitas baik). Excellent service bisa dilakukan dengan senyuman dan kelengkapan untuk higienitasnya,” ujar Kembang.  (pab)