Sosialisasi Gerakan Cerdas Memilih, LPP RRI Gelar Lomba Bondres Se-Bali

Salah satu peserta lomba bondres di RRI (FOTO: ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) menggelar kegiatan bertajuk “Sosialisasi Gerakan Cerdas Memilih Melalui Lomba Bondres se-Bali”, Selasa 26 Februari 2019, dibuka Direktur Informasi dan Komunikasi Politik Hukum dan Keamanan Kementerian Komunikasi dan Informatika Bambang Gunawan. 

Turut hadir Anggota Dewan Pengawas LPP RRI Dwi Hernuningsih, Anggota KPU Bali I Gede John Darmawan, Anggota Bawaslu Bali I Wayan Wirka, dan Kepala LPP RRI Stasiun Denpasar, Sophia Endang Widowati.

Anggota Dewan Pengawas LPP RRI Dwi Hernuningsih mengaku sengaja membalut gerakan cerdas memilih dengan lomba bondres. Menurutnya, seni dan budaya adalah bahasa universal yang mudah dipahami seluruh kalangan. Harapannya, dengan kegiatan ini LPP RRI dapat memberikan sumbangsih dalam menyukseskan pemilihan umum (Pemilu) 17 April 2019.

“Sebagai Lembaga Penyiaran Publik memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat juga termasuk generasi muda yang mungkin sekarang ini menjadi pemilih pemula,” katanya di sela kegiatan tersebut. 

Karena itu, lanjut dia, RRI terus mengupayakan edukasi ini melalui berbagai cara, khususnya bagaimana mencari format yang mengikutsertakan, menggali potensi kearifan lokal, budaya lokal, sehingga akan lebih mudah itu diterima masyarakat melalui seni.

Anggota KPU Bali, I Gede John Darmawan mengapresiasi langkah LPP RRI mengadakan kegiatan ini. Menurutnya, Sosialisasi Gerakan Cerdas Memilih Melalui Lomba Bondres se-Bali sejalan dengan strategi Komisi Pemilihan Umum menggaet kaum millenial. Tak hanya kaum millenial, sosialisasi ini diyakini mampu mengedukasi generasi melek teknologi dengan rentang usia 17-50 tahun. 

“Kita ambil total dari seluruh DPT (daftar pemilih tetap) kita yang 3.130.288 itu, 70 persennya ada direntang usia itu. Melek teknologi, melek informasi. Nah itu yang menjadi titik sasar kita,” ujarnya. 

Selain melalui media massa, dan media sosial, KPU dikatakan telah menyebar 495 relawan demokrasi di seluruh Bali. Relawan demokrasi berkewajiban menyosialisasikan tahapan pemilu termasuk tata cara pencoblosan. 

“Harapan kami dalam proses masifnya rekan-rekan relawan demokrasi, nanti ya minimal setengah dari jumlah pemilih sudah tersosialisasikan,” ucap mantan Ketua KPU Denpasar tersebut.(ari)