Terdakwa Pembunuh Bayinya Sendiri Pingsan setelah Dituntut Pidana 10 Tahun

Tissa Agustin Sanger (FOTO:ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Jaksa penuntut umum menuntut terdakwa Tissa Agustin Sanger (19) yang membunuh anaknya sendiri dengan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 20 juta subside 4 bulan penjara karena telah melanggar Pasal 80 ayat 4 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin 25 Februari 2019, jaksa Ni Wayan Erawati S dalam tuntutannya mengemukakan hal-hal yang memberatkan dan meringankan dan menjadi pertimbangan tim jaksa dalam menjatuhkan tuntutan.

“Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa menyebabkan bayi yang dilahirkan oleh terdakwa meninggal dunia, meresahkan masyarakat dan tidak berperikemanusiaan. Hal yang meringankan, bersikap sopan selama persidangan, belum pernah dihukum, menyesali perbuantannya dan usia muda sehingga masih ada kesempatan memperbaiki diri,” kata jaksa. 

Tuntutan yang dilayangkan sangat disayangkan oleh penasihat hukum terdakwa, Ni Made Ari Astuti dan GA Agung Yuli Marhaeningsih dari LBH Apik. Menurut keduanya, tuntutan JPU mengabaikan beberapa poin dari keterangan saksi  ahli forensik maupun saksi ahli psikiater dari RSUP Sanglah.

“Kami akan mengajukan pembelaan tertulis, salah satu pertimbangannya terdakwa mengalami gangguan jiwa. Dia (terdakwa) IQ rendah, selama sekolah sering dibantu. Makanya ketika kejadian ini dia kebinggungan,” kata Ari Astuti seusai sidang. 

Kasus ini berawal dari ditemukannya orok di sebuah perumahan di Jalan Tukad, Perum Gunung Sari Tahap IV No. 16, Padangsambian, Denpasar Barat, Kamis (13/9/2018), oleh Ida Ayu Putu Murtini yang tak lain ibu kandung terdakwa.

Pada waktu yang sama, tim buser dari Polsek Denpasar Barat dapat mengungkap dan menangkap pembuang sekaligus penyekap orok berjenis kelamin perempuan tersebut, yang tak lain adalah ibu kandungnya. 

Sesuai pengakuan ke penyidik, setelah dua jam di kamar mandi rumahnya, jabang bayi yang dikandungnya selama 10 bulan itu akhirnya lahir. Bayi itu awalnya dilahirkan sehat dengan bobot 3 kilogram lebih dan panjang mencapai 50,5 cm.

Sayang, sesaat setelah lahir di kamar mandi, Tissa tanpa rasa manusiawi langsung membekap mulut dan hidung darah dagingnya sendiri selama sejam lebih. “Terdakwa memang tinggal bersama orang tuanya,” kata jaksa.(zil)