Inilah Visi Misi Baru PT. AP I (Persero)

Yanus Suprayogi

Mangupura – Puncak HUT ke-55 PT. Angkasa Pura I (Persero) dirayakan secara meriah. Ada yang berbeda HUT tahun 2019 ini yakni pada visi misi perusahaan. Dari “Menjadi Salah Satu dari Sepuluh Perusahaan Pengelola Bandar Udara Terbaik di Asia”, disempurnakan “Menjadi Penghubung Dunia yang Lebih dari Sekedar Operator Bandar Udara dengan Keunggulan Layanan yang Menampilkan Keramahtamahan Khas Indonesia.

PT. Angkasa Pura I (Persero) memperbaharui visinya menjadi lebih progresif, dari sebelumnya. Visi baru ini tentu diikuti misi baru pula. Misi barunya, PT. Angkasa Pura I (Persero) berniat memberikan layanan global baik dalam standar keselamatan, keamanan, dan kenyamanan terbaik; meningkatkan nilai pemangku kepentingan; menjadi mitra pemerintah dan penggerak pertumbuhan ekonomi; meningkatkan daya saing perusahaan melalui kreatifitas dan inovasi.

Selain itu juga memberikan kinerja pelayanan bandar udara yang prima dalam memenuhi harapan stakeholder melalui pengelolaan sumber daya manusia; serta memberikan kontribusi positif pada kelestarian lingkungan. Keenam misi baru tersebut menjadi tujuan bagi perusahaan untuk dapat dicapai ke depannya.

Sesuai dengan salah satu misinya adalah menjadi mitra pemerintah dan penggerak pertumbuhan ekonomi, di tahun 2018 lalu kinerja PT. Angkasa Pura I (Persero) mengalami pertumbuhan yang sangat positif. Dari sisi trafik, PT Angkasa Pura I (Persero) telah melayani 96,5 juta penumpang di 13 Bandar Udara, tumbuh 7,6% jika dibandingkan dengan tahun 2017 dengan 89,7 juta penumpang.

Secara khusus, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai (BNR) – Bali mengalami peningkatan pelayanan penumpang yang sangat signifikan yaitu sebesar 13% dibanding tahun 2017. Selama 2018 lalu, sejumlah 23,7 juta penumpang telah terlayani, termasuk di dalamnya sejumlah 6 juta wisatawan manca negara yang datang selama tahun lalu.

Faktor Bali yang beberapa kali memperoleh kehormatan untuk menggelar pagelaran akbar kelas dunia, beberapa di antaranya adalah _IMF-World Bank Group Annual Meetings 2018 dan Our Ocean Conference 2018, turut menjadi katalis dalam peningkatan lalu lintas di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, di samping daya tarik Bali dengan kekentalan budaya, alam, dan keramah tamahannya yang semakin menjadi primadona bagi wisatawan dari seluruh penjuru dunia.

Puncak peringatan di BNR Bali yang berlangsung Sabtu (23/2/2019) sore, GM BNR Bali, Yanus Suprayogi menyampaikan pencapaian dan target yang hendak dicapai di usia perusahaan yang baru.

 “Di tahun 2019 ini, BNR Bali memiliki target 24,7 juta penumpang. Dengan target ini, maka BNR Bali akan mengkontribusikan 24,4% dari target seluruh Bandar Udara di Indonesia yang dikelola oleh AP1. Itu artinya, di tahun 2019, hal ini merupakan puncak dari kapasitas BNR Bali pada skala nyaman,” sebut Yanus.

Tahun ini,sedang dilakukan kajian awal untuk pengembangan BNR Bali baik pada sisi terminal, runway, taxiway, apron dan sisi darat dalam pemenuhan masterplan untuk mencapai kapasitas hingga 37,6 juta penumpang pada tahun 2023.

Salah satu peran perusahaan BUMN, yaitu sebagai agent of developmen, melalui peran ini, PT. Angkasa Pura I (Persero) diwajibkan untuk turut serta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, serta pengembangan daerah.

Potensi multiplier effects yang akan muncul ini diharapkan akan semakin meningkatkan peran Bandar Udara bagi masyarakat Bali pada umumnya, dan bagi masyarakat desa penyangga Bandar Udara khususnya.   (ari)