Sektor Pertanian dan Pariwisata Prioritas Program Pembangunan Kabupaten Tabanan

Pembukaan Musrenbang di Kecamatan Selemadeg, Jumat (15/2/2019).

Tabanan, PERSPECTIVESNEWS- Kabupaten Tabanan yang menyandang predikat lumbung beras dan pangannya Bali, masih getol menggencarkan dua program pembangunannya yakni sektor pertanian dan pariwisata di samping mengembangkan ekonomi kreatif.

Hal tersebut terungkap saat pembukaan  Musyawarah Rencana Pembangunan  (Musrenbang) di Kecamatan Selemadeg, Jumat (15/2/2019)  di ruang rapat Kantor Camat Selemadeg. Acara  dibuka Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, AA. Gd. Dalem Trisna Ngurah.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Ketut Suryadi, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Tabanan IB. Wiratmaja, Jajaran muspika kecamatan Selemadeg, kepala OPD terkait dan Camat Selemadeg, serta Perbekel Sekecamatan Selemadeg dan tokoh masyarakat setempat.

Bupati Tabanan dalam sambutan tertulis dibacakan AA. Gde Dalem Trisna mengatakan sasaran dan prioritas pembangunan daerah tahun 2020,  menitikberatkan pada sektor pertanian, pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai dasar penentuan prioritas anggaran tahun 2020, mengingat dominasi penduduk Kabupaten Tabanan masih mengandalkan sektor pertanian sebesar 22,55 persen.

“Mengingat sektor pertanian masih mendominasi masyarakat kita di Tabanan, maka sektor ini perlu mendapat atensi penuh, di samping ada sektor lainnya seperti pariwisata dan ekonomi kreatif yang masih harus dikembangkan,” ungkapnya.


Dikatakan, program prioritas tersebut dapat dijadikan dasar dalam merencanakan arah pembangunan Kabupaten Tabanan tahun 2020, dan diharapkan kepada OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan dan Desa dapat bersinergi merancang kegiatan yang sejalan dengan tema dan program prioritas diatas sehingga program-program yang dicanangkan pemerintah bisa berjalan sesuai dengan rencana yang diharapkan.

Kepala Bapelitbang Tabanan, IB Wiratmaja menjelaskan, masih banyaknya terdapat  ketimpangan pada masing – masing wilayah, sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang tidak merata antar wilayah di Tabanan.

Hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Tabanan telah melakukan banyak upaya untuk meningkatkan kualitas infrastrukur publik dalam keterbatasan keuangan daerah, salah satunya dengan mengadakan pemerataan pembangunan berbasis potensi wilayah.

“Tahun 2020 merupakan tonggak terakhir menuju pencapaian Tabanan Serasi. Untuk itu, banyak hal yang harus lebih dapat diakselerasi untuk mencapai keberhasilan pembangunan Kepala Daerah. Hal tersebut tidak terlepas dari program dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Perangkat Daerah,” pungkasnya.   (gus)