Pemkot Denpasar Bakal Sita Sound System yang Digunakan Saat Arak Ogoh-ogoh

Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Anom Sayoga (2 dari kanan) saat memimpin pertemuan.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS- Pemerintah Kota Denpasar bakal menyita sound system yang dipakai saat mengarak ogoh-ogoh. Keputusan melarang penggunaan alat pengeras suara dan sound system berlaku pada malam pengerupukan atau sehari sebelum Nyepi tahun 2019, Rabu (6/3/2019) mendatang.

Tindakan tegas melarang gunakan sound system oleh Pemkot Denpasar melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar ini juga melibatkan aparat Kepolisian dan TNI serta tokoh masyarakat.

Hal ini ditegaskan Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Anom Sayoga, saat memimpin pertemuan yang melibatkan kepolisian, TNI, tokoh masyarakat serta kepala desa/lurah, Kamis (21/2/2019).

Anom Sayoga mengatakan, diperkirakan di Kota Denpasar terdapat ribuan ogoh-ogoh yang akan keliling di masing-masing wilayah. Hal ini  tentunya juga menjadi potensi sangat besar menimbulkan gesekan.

Disamping itu menurut Sayoga, tahun ini merupakan tahun politik, tentunya diharapkan jangan sampai terjadi hal-hal tidak dinginkan. Pihaknya juga sudah memetakan beberapa titik rawan menjadi atensi dalam pengarakan ogoh-ogoh mulai dari kemacetan hingga pada menimbulkan bentrokan antara pengarak ogoh-ogoh.

Menurutnya, pengarakan ogoh-ogoh menjadi rawan karena saat mengarak sering bertemu antara ogoh-ogoh satu dengan lainnya. Terlebih lagi musik yang digunakan adalah sound system. Dengan adanya keputusan Walikota melarang penggunaan saound system dan pengeras suara saat pengarakan ogoh-ogoh sangat membantu untuk mewujudkan suasana damai. 

Sayoga juga berharap semua komponen masyarakat dan tokoh masyarakat turut mensosialisasikan kesepakatan bersama terntang pelarangan penggunaan sound system dan pengeras suara saat pengarakan ogoh-ogoh.   (hum)