Delapan Bulan Petani Di Dentim Terancam Tak Berproduksi

Salah satu subak di Dentim.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS-  Selama delapan (8) bulan, para petani dari 625 hektar lahan pertanian dari 11 subak yang tersebar di Denpasar Timur (Dentim) terancam tidak bisa berproduksi, baik padi maupun hortikultura sebagai dampak adanya peningkatan jaringan irigasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Ayung, di Gianyar yang dilaksanakan Bali Wilayah Sungai Bali Penida (BWS-BP).

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ir. I Gede Ambara Putra, Selasa (19/2/2019) menjelaskan, subak yang terkena dampak dari peningkatan jaringan Tukad Ayung, yakni Subak Umadesa, Subak Temaga, Subak Padanggalak, Subak Umalayu, Subak Subak Paang, Subak Saba, Subak Longatad, dan Subak Taman.

“Dampak dari peningkatan jaringan irigasi yang dimulai April – November 2019 mendatang, petani tidak bisa berproduksi  atau tidak bisa menanam padi dua kali dan sekali tanam hortikultura,” ujarnya.

Ambara Putra mengungkapkan, para petani tidak bisa bercocok tanam selama delapan bulan, otomatis akan kehilangan penghasilan dari panen padi mau pun tanaman hortikultura. Seluruh subak baru bisa mendapatkan air setelah November.

Mengingat adanya hal tersebut, pihaknya pun akan membantu para petani dengan memberikan bibit saat air sudah mengalir. Adapun bantuan yang diberikan yakni benih padi secara gratis, terutama untuk lahan 265 hektar yang terkena dampak perbaikan jaringan irigasi tersebut.

“Kalau airnya bisa mengalir bulan Oktober akan dibantu bibit benih padi di APBD Perubahan 2019. Jika tidak selesai November akan dibantu benihnya pada APBD induk 2020,” kata Ambara Putra.

Dikatakan, pihaknya terus berusaha membantu untuk dapat meringankan para petani yang tidak bisa bercocok tanam padi selama dua kali. Bantuan bibit padi seluas 625 hektar disiapkan 16.250 kg saat musim cocok tanam nanti. “ Apa yang kami lakukan ini bentuk kepedulian pemerintah kepada para petani yang terkena dampak peningkatan jaringan irigasi DAS Tukad Ayung ,” terangnya.

Dinas Pertanian tahun 2019 ini akan membantu kurang lebih 800 hektar benih padi kepada para petani. Selain itu, membuat demplot (percontohan) padi parietas unggul di masing-masing kecamatan 50 hektar.    (hum)