Joko Driyono Tersangka, Ini Komentar Ketua Umum PSSI Bali

Denpasar, PERSPECTIVENEWS – Ditetapkannya Plt Ketua Umum PSSI Pusat Joko Driyono sebagai tersangka lantaran diduga terlibat dalam pengaturan skor, agar segera dicarikan solusi untuk menghindari kevakuman kepemimpinan di tubuh organisasi.
Ketua Umum Asprov PSSI Bali Ketut Suardana mengakui ada dampak dari ditetapkannya Jokdri sebagai tersangka terutama dalam memutar organisasi, yang berdampak terhadap pembinaan sepakbola di Tanah Air. pihaknya siap mendukung apa yang dilakukan pusat untuk perbaikan sepakbola nasional.
“Sekarang ini kan terjadi kekosongan siapa yang menjadi ‘komandan’ di pusat setelah Pak Joko Driyono ditetapkan tersangka,” ucap Ketut Suardana ditemui di sela-sela Kongres Asprov PSSI Bali di Denpasar, Minggu 17 Februari 2019.
Menurut Ketut Suardana, langkah ideal yang bisa ditempuh dengan terjadi kekosongan kepemimpinan di PSSI Pusat, yakni dengan menggelar kongres luar biasa (KLB) untuk memilih ketua umum. Suardana menambahkan, siapa pun yang nantinya maju dan terpilih sebagai ketua umum, itulah putra terbaik bangsa yang harus didukung.
Asprov PSSI Bali sendiri, kata Ketut Suardana, siap memfasilitasi jika nantinya KLB PSSI dihajat di Bali. Sebagai daerah pariwisata terkemuka di dunia, lanjut dia, sudah sangat berpengalaman dan sukses melaksanakan hajatan besar.
Suardana mengatakan, pembinaan sepakbola tidak boleh stagnan. Begitu juga agenda dan program yang sudah dibuat PSSI Pusat harus terus digulir. Karena itu langkah tepat jika digelar KLB PSSI.
“Kalau terlalu lama tanpa komando maka langkah kita akan terombang-ambing dan apa yang telah diprogramkan tidak akan jalan. Contohnya dana bantuan untuk PSSI Bali tahun 2018 senilai Rp250 juta belum juga cair karena kemelut di tubuh PSSI Pusat,” demikian Ketut Suardana.(git)