Kasih Sayang Bupati Tabanan untuk Nenek Pengais Sampah

Bupati Eka dan nenek Yuni.
Tabanan, PERSPECTIVESNEWS- Kasih sayang yang ditunjukkan Buoati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti untuk seorang nenek (dadong) Yuni yang biasa memunguti (pengais) sampah berupa kayu bakar di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan, Bali. Yuni kaget dan terharu saat didatangi Bupati Eka, Kamis (14/2/2019).

Bupati Tabanan yang menemuinya di hari Valentine tersebut selain menyapa, juga mengajaknya duduk berdampingan berbincang-bincang santai. Tidak itu saja, Bupati Eka Wiryastuti juga memberinya bingkisan berupa pakaian, obat-obatan dan uang tunai.

Menurut Bupati Tabanan, momen hari kasih sayang terasa jauh lebih bermakna tatkala kita bisa berbagi dengan sesama apalagi bagi mereka yang sangat membutuhkan uluran tangan.

“Memaknai hari kasih sayang bisa dilakukan dengan berbagai cara, namun saya lebih tersentuh dan lebih merasa bersyukur apabila mampu berbagi kasih dengan mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.

Bupati Eka mengatakan, kasih itu sifatnya suci apalagi jika didasari oleh niat yang tulus untuk berbagi. Menurutnya, dengan rasa simpati dan empati akan timbul rasa kasih sayang untuk membantu serta berbagi kepada sesama.

Menurutnya, diantara begitu banyak orang yang bisa menikmati hidup layak, masih ada saudara-saudara kita yang memerlukan perhatian kita. Dirinya mengajak seluruh warga khususnya warga Tabanan untuk lebih empati kepada sesama, meningkatkan rasa peduli dan toleransi.   “Saya mengajak seluruh warga untuk meningkatkan rasa peduli, memberi dengan tulus karena tidak semua orang bisa menikmati hidup yang layak,” imbuhnya.

Terkait alasannya menemui Dadong Yuni di Hari Valentine, Bupati Eka beralasan karena Dadong yuni merupakan salah satu tokoh inspiratif bagi dirinya. Di usia yang sudah senja, semangat Dadong Yuni untuk mencari nafkah patut diteladani.

Disebutkan, di bawah teriknya matahari di Pantai Gangga di siang hari, Dadong Yuni masih tampak semangat mengais rejeki dengan mengumpulkan kayu bakar yang mungkin bila dijual tidak akan mendatangkan uang yang cukup banyak. Namun setidaknya beliau masih tetap berusaha. 

“Saya merasa sangat tersentuh melihat semangat beliau, di usia yang sudah senja dan tubuh yang renta, beliau masih semangat mengais rejeki. Ini bisa menjadi inspirasi bagi kita khususnya kawula muda, karena tidak ada yang tidak mungkin kalau kita mau berusaha,” ujarnya.

Selain berbagi kasih dengan Dadong Yuni, Bupati Eka juga berbagi dengan anak asuhnya 21 orang anak yatim. Mereka sengaja diundang ke kediaman Bupati Eka agar mereka juga bisa merasakan momen kebersamaan dengan Bupati Eka dan keluarga. 
(git)