Gunung Agung Erupsi saat Warga Terlelap Tidur

Gunung Agung mengalami erupsi di pagi buta saat warga masih terlelap tidur (FOTO: Perspectivesnews/ist)

Amlapura, PERSPECTIVESNEWS – Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali kembali erupsi disertai beberapa kali gempa vulkanik dangkal dan dalam, Kamis 14 Februari 2019 pukul 04.34 Wita.

Seismogram di Pos Pantau Gunung Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Karangasem mencatat, Gunung Agung menghembuskan abu kolom, namun ketinggiannya tidak teramati.

Berdasarkan pantauan CCTV di Bukit Asah, Desa Bugbug, saat terjadinya erupsi atau letusan terlihat adanya sinar api atau glow di puncak kawah. Erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 17 mm dengan durasi 3 menit 40 detik.

Sementara sepanjang hari, seismogram juga merekam terjadinya gempa-gempa vulkanik, seperti gempa vulkanik dalam sebanyak dua kali dengan durasi 26 detik, yang menandakan adanya intrusi magma kepermukaan kawah.

 Selain gempa vulkanik dalam, juga terekam gempa vulkanik dangkal dan gempa tektonik lokal sebanyak dua kali, letusan sebanyak satu kali dan hembusan satu kali.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Agung, Dewa Made Mertayasa menjelaskan, sebelum erupsi telah terjadi gempa vulkanik cukup besar dan itu pemicu terjadinya pelepasan gas atau fluida ke kawah Gunung Agung.

Ia minta masyarakat waspadai adanya sebaran abu tipis dan arahnya ke tenggara sehingga wilayah Kota Amlapura terpapar hujan abu tipis.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat di lereng Gunung Agung untuk tidak melaksanakan aktivitas di zona merah radius 4 kilometer. Sementara itu, dari pantauan secara visual sampai saat ini masih terlihat adanya hembusan asap bertekanan lemah dan sedang di kawah Gunung Agung.(zil)