Transaksi Non Tunai Di Pemerintahan, Bali Peringkat Dua Nasional

Penjelasan penggunaan non tunai di HLM Transaksi Non Tunai Pemerintah Daerah, Senin (11/2/2019) di Gedung BI Denpasar.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS-  Bali boleh berbangga menempati peringkat dua (2) nasional setelah DKI Jakarta dalam penerapan transaksi non tunai di pemerintahan. Bahkan di tahun 2018, 100 persen realisasi belanja atau pengeluaran pemerintahan di Provinsi Bali sudah menggunakan non tunai.

Untuk lebih meningkatkan dan mengembangkan transaksi non tunai di 2019, Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Bali dan Bank BPD Bali menggelar ‘High Level Meeting’ (HLM) Transaksi Non Tunai Pemerintah Daerah, Senin (11/2/2019) di Gedung BI Denpasar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana menambahkan, Bali sebagai pilot project elektronifikasi tahun 2018, pelaksanaannya nomor dua setelah DKI Jakarta. Bahkan relalisasi belanja atau pengeluaran pemerintah di Provinsi Bali sudah 100 persen menggunakan non tunai.

“Realisasi pengeluaran masih besar menggunakan non tunai, nanti diharapkan penerimaan juga besar menggunakan non tunai seperti retibusi pajak, parkir, kontribusi dan lainnya masih tunai,” ucapnya.

Untuk itu pihaknya terus mendorong agar digitalisasi keuangan daerah baik di sisi pengeluaran dan penerimaan.

Sementara itu Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Bali I Wayan Suarjana di sela-sela kegiatan itu mengungkapkan bahwa Pemprov Bali terus mendorong tata kelola keuangan yang baik (good governence) dengan menerapkan transaksi non tunai di Kabupaten/Kota di Bali. “Sistem transaksi non tunai lebih aman dan nyaman, kami akan terus dorong,” ucapnya.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bali terus melakukan sinergitas dengan pihak terkait guna meningkatkan komitmen bersama-sama dalam penerapan transaksi non tunai.

Plt. Dirut Bank BPD Bali, Nyoman Sudharma mengatakan, Bank BPD Bali terus melakukan sosialisasi penerapan implementasi transaksi non tunai ke pemerintahan daerah.

Bank BPD Bali juga telah mendukung penerapan transaksi non tunai dengan memfasilitasi e-retribusi, SP2D online, internet banking (IB), mobile banking (MB), yabg memudahkan bertransaksi dan menjamin transparansi.   (ari)