Taekwondoin Tidak Bersinar di Walikota Cup, Bukan Berarti Tergusur dari Pelatda

Anak Agung Lan Ananda (FOTO: Perspectivesnews/git)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Bali, Anak Agung Lan Ananda menegaskan, atlet pelatda taekwondo Bali yang turun membela daerahnya dan ternyata tidak cemerlang, bukan berarti taekwondoin tersebut dicoret dari pelatda.

“Contohnya atlet taekwondo Denpasar yang masuk pelatda Bali, ternyata saat ikut di Kejuaraan Walikota Cup gagal meraih prestasi, tidak lantas kami coret dari skuat pelatda TI Bali,” ujar pria yang akrab disapa Gung Lan ini, Minggu 10 Februari 2019.

Dikatakannya, pelatda yang dibentuk TI Bali memang muaranya adalah mencetak taekwondoin tangguh andalan Bali di ajang Pra-PON maupun PON XX/2020 Papua. Pelatda TI Bali ini saat ini dihuni sekitar 21 taekwondoin terbaik berasal dari kabupaten dan kota seluruh Bali.

Gung Lan menambahkan, Pengkot TI Denpasar sementara ini menjadi pemasok atlet taekwondo pelatda TI Bali lumayan banyak, yaitu enam atlet. Seluruh atlet taekwondo Denpasar itu, sebut Gung Lan, dipastikan ambil bagian di Kejuaraan Taekwondo Walikota Cup, yang jika tidak berhasil meraih medali, pihaknya tidak akan mendegradasinya.

“Tahap awal pelatda ini baru memasuki basic training, kalaupun nantinya di Walikota Cup ini dia kalah, wajar saja, kan baru tahap pembentukan otot-otot, sedangkan materi lainnya belum disampaikan,” urai Gung Lan.

 Pengprov TI Bali sendiri, kata Gung Lan, sudah tahu kalau kemungkinan kalah yang diderita atlet pelatda di Walikota Cup cukup besar. Dan pihaknya akan mencari tahu penyebab kalahnya itu karena apa. Gung Lan menambahkan, TI Bali menurunkan talent scouting di setiap kejuaraan taekwondo yang diadakan kabupaten dan kota untuk memantau perkembangan, termasuk kiprah atlet pelatda.

Talent scouting ini, menurut dia, nantinya juga akan menelisik, siapa saja atlet non pelatda yang berhasil mengalahkan atlet pelatda, sehingga tidak menutup kemungkinan atlet non pelatda yang moncer prestasinya itu, bakal direkrut menjadi skuat pelatda TI Bali.

“Kalau menangnya atlet non pelatda atas atlet pelatda itu karena mainnya memang lebih bagus, ya akan kami rekrut ke dalam pelatda. Toh juga dari 21 penghuni pelatda itu, ada sebagian yang mengundurkan diri,” kata Gung Lan.

Bali sendiri di PON XX Papua tahun 2020 mendatang menargetkan hanya 1 medali emas. Ada tiga atlet Bali yang saat ini menghuni pelatnas taekwondo untuk SEA Games Manila 2019.(git)