Angin Kencang Akibatkan Kecelakaan Laut dan Kerusakan Puluhan Bangunan

Salah satu bangunan yang rata dengan tanah setelah terjangan angin kencang yang terjadi secara tiba-tiba pada Kamis (31/1/2019).dini hari.

Negara, PERSPECTIVESNEWS.COM- Kamis (31/1/2019) dini hari  ujan deras disertai angin kencang yang terjadi secara tiba-tiba mulai pukul 02.30 Wita mengakibatkan sejumlah musibah di sejumlah lokasi hingga menyebabkan kerusakan infrastruktur yang tidak sedikit bahkan menyebabkan terjadinya kecelakaan laut yang dialami nelayan tradisional diperairan selatan Jembrana.

Suratno (45) nelayan tradisional panangkap ikan dari Banjar Munduk Desa Pengambengan Kecamatan Negara yang melaut sejak Rabu (30/1) malam menggunakan jukung tanpa nama tersebut sempat memancing ikan di perairan selat Senggrong (wilayah perairan antara Jembrana dan Banyuwangi).  Saat korban tengah menjaring ikan pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.30 wita tiba-tiba datang angin kencang.

Jukungnya pun terbalik akibat beberapa kali dihantam gelombang tinggi dan korban tenggelam. Korban berhasil  diselamatkan oleh nelayan lainnya yang saat itu juga tengah melakukan aktifitas memancing di sekitar lokasi kejadian.

Kasat Pol Air Polres Jembrana, Iptu Eddy Waluyo dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian laka laut tersebut. “Kecelakaan laut itu terjadi karena cuaca buruk yang datang secara tiba-tiba di saat korban tengah mencari ikan ditengah laut. Korban diselamatkan oleh nelayan lain yang melintas dilokasi. Jukung korban yang terbalik sempat tenggelam dan berhasil ditemukan setlah dilakukan pencarian” tandasnya.

Selain musibah laut tersebut, hujan disertai angin tersebut juga menyebabkan keruskan sejumlah infrastruktur.

Data yang diperoleh pada Ruang Pusat Pengedali Operasi (Rupusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana Kamis kemarin mencatat sejumlah kerusakan infrastruktur akibat dampak angin kencang tersebut.

Di Desa Cupel, Negara terdapat bangunan rumah milik 15 KK mengalami kerusaka diterjang angin kencang. Diwilayah pesisir ini juga terdata ada enam batang pohon yang tumbang, selain menimpa bangunan juga sempat menutup akses jalan diwilayah permukiman setempat.

Begitu pula bangunan balai lantang atau bale yadnya Pura Dalem Desa Pakraman Pangyangan Kecamatan Pekutatan roboh diterjang angin kencang Kamis dinihari sekitar pukul 04.00 wita. Bangunan tanpa tembok dengan atap ukuran 6 X 21 meter ini kini kondisinya rata dengan tanah.

Selain itu pohon palm perindang jalan setinggi 10 meter didepan Kantor KPU Jembrana, Jalan Udayana, Kelurahan Baler Bale Agung, Negara tumbang menimpa atap gedung PPID KPU Jembrana. Selain merusak atap gedung, sejumlah barang inventaris milik KPU Jembrana juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Kalak BPBD Jembrana, I Ketut Eko Susila juga menyebut adanya bangunan dapur warga yang tertimpa pohon jati tumbang di Desa Gumbrih, Pekutatan. Di Kelurahan Pendem, Jembrana  pohon jenis trembesi menimpa gudang toko bangunan. Di Desa Batuagung, Jembrana  Bale Sari milik warga ambruk dan atap rumah warga ambruk di Kelurahan Dauh Waru.

“Kami sudah lakukan penanganan darurat ke lokasi. Tidak ada korban jiwa. Kami harapkan masyarakat waspada dalam kondisi cuaca buruk belakangan ini. Kondisi ini diprakirakan  masih berpotensi terjadi hingga 1-2 hari kedepan mengingat puncak musim hujan diprakirakan terjadi pada akhir Januari hingga bulan Februari 2019,” tandasnya.    (git)