Perkemi Bali Tolak Tawaran Menjadi Tuan Rumah Pra-PON, Ini Alasannya

0
489
Fredrik Billy (FOTO: PERSPECTIVESNEWS/Sigit)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS.COM – Jika provinsi lain banyak yang berminat menjadi tuan rumah Pra-PON 2019 agar peluang atletnya lolos ke PON XX/2020 Papua lebih besar, namun tidak demikian halnya dengan Pengprov Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Bali.

Wakil Ketua Umum Perkemi Bali, Fredrik Billy mengatakan pihaknya tidak mau menjadi tuan rumah Pra-PON kempo karena ingin lebih fokus mempersiapkan kenshinya ke event Pra-PON. Sebab jika harus mengurus persiapan sebagai tuan rumah Pra-PON, kata Billy, konsentrasi mempersiapkan kenshi terbaiknya bakal terpecah.

 “Jadi, awalnya saat digelar Kejurnas Kempo Mangupura Cup beberapa waktu lalu, pihak PB Perkemi dan beberapa Pengprov Perkemi di Indonesia secara lisan ingin agar Bali saja menjadi tuan rumah Pra-PON. Tapi kami menolaknya karena alasan persiapan itu,” ujar Fredrik Billy, Kamis (31/1/2019).

PB Perkemi sendiri, kata Fredrik Billy, hari Kamis (31/1/2019) menggelar Rakernas di Jakarta, dan diprediksi banyak provinsi di forum resmi tersebut menginginkan Bali menjadi tuan rumah Pra-PON.

“Meskipun banyak yang bilang menjadi tuan rumah itu adalah satu keuntungan, tapi kami menilainya itu tidak jaminan. Sesuai arahan ketua umum kami, yang utama adalah persiapan atlet itu, agar fokus juga tidak terpecah,” sebutnya.

Di luar masalah itu, soal persiapan tim, Fredrik Billy yang juga seorang lawyer ini mengatakan bahwa kenshi yang disiapkan untuk Pra-PON telah digodok dalam Pelatda Perkemi Bali. Rencananya pihaknya menyiapkan 16 kenshi terbaik, dimana 4 atlet sudah pasti jaminan masuk ke dalam tim inti.

Mereka adalah Faris, Naris, Nadya Billy dan Ratih Saraswati. Keempatnya merupakan kenshi di nomor randori dan embu dan pernah juga tampil di PON 2016 silam.

Lantas, 10 lainnya akan dipantau pihaknya dari beberapa event yang telah berlalu seperti hasil Porprov Bali 2017, Mangupura Cup dan event yang akan datang yakni Bupati Cup yang diselenggarakan Perkemi Gianyar pada 23-24 Maret mendatang.

Di event tersebut, kata Billy, akan diikuti oleh kenshi-kenshi senior yang diproyeksikan untuk Porprov Bali 2019 oleh Pengkab/pengkot di Bali.

“Jadi Bupati Cup semacam porprov mini sekaligus try in kenshi di Bali. Kami dari pengprov tentu akan memantau kenshi dari tiga event itu untuk pembentukan tim Pra-PON. Untuk nomor-nomor yang dipertandingkan, mengacu ke Porprov Bali 2019 yang notabene merupakan indikator nomor di Pra-PON serta PON,” tandas Billy yang juga Bidang Hukum dan Etika KONI Bali itu.(git)