Bule Inggris Penampar Petugas Imigrasi Bakal Dijemput Paksa

0
355
Auj-e Taqaddas (FOTO: PERSPECTIVESNEWS/Ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS.COM-  Auj-e Taqaddas (43), prempuan asal Inggris yang menjadi terdakwa kasus menampar petugas Imigrasi Terminal Keberangkatan Internasional Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali bakal dijemput paksa karena kembali mangkir dari panggilan persidangan.

Kasus yang videonya viral di media sosial beberapa waktu lalu itu membuat Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar terpaksa harus memanggil kembali secara paksa. 

Persidangan terhadap Taqaddas ini seharusnya sudah sampai pada tahap putusan majelis hakim, Rabu (30/1/2019). Namun untuk ketiga kalinya, perempuam yang berprofesi sebagai peneliti bidang kedokteran ini kembali mangkir dari persidangan. 

Jika pada sidang sebelumnya Taqaddas tidak bisa menghadiri persidangan dengan alasan sakit, namun kali ini tidak memberitahu tempat dia menginap. “Ini kok sudah ketiga kalinya kursi ini kosong,” tanya Ketua Hakim Esthar Oktavi heran.

 JPU I Nyoman Triarta Kariawan saat memulai siding menyampaikan. “Mohon izin Yang Mulia,  hari ini terdakwa tidak bisa hadir kembali. Kita sudah menghubungi terdakwa sejak  Senin (28/1/2019) tapi WA nya (pesan via WhatsApp) cuma dibaca, tidak dibalas. Kita juga kemarin udah cek ke hotel Edelweiss (di Kuta, Badung -red) tapi pukul 13.00 sudah cek out. Dari informasi yang kita dapatkan terdakwa masih di Bali,” jelas Jaksa Triarta terkait keberadaan Taqaddas. 

Mendengar keterangan Jaksa Triarta, Hakim Esthar kemudian memberi ultimatum selama dua minggu kepada pihak JPU untuk mencari keberadaan Taqqadas agar bisa dihadirkan di persidangan.

“Karena terdakwa tidak bisa hadir maka sidang ditunda, silakan hadirkan secara paksa. Sidang akan dilanjutkan Senin, 11 Februari mendatang,” tegas Hakim Esthar sembari mengetuk palu menutup sidang.

Batas kesabaran Jaksa Triarta pun sepertinya sudah habis. Seusai sidang, Jaksa Triarta menegaskan Taqaddas yang selama proses persidangan memang tidak ditahan namun karena sikapnya yang tidak kooperatif maka saat ditemukan akan langsung ditahan.

Bahkan pihaknya akan berkoodirnasi dengan pihak kepolisian dalam pencarian Taqqadas baik di pintu masuk maupun keluar dari Bali. “Ini upaya terakhir kita mengupayakan mencari dia dan akan menjemput paksa dia. Kemungkinan kita juga akan menahan dia. Kita akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” katanya.

Sebelumnya, dalam sidang tuntutan, jaksa menyebutkan bahwa terdakwa terbukti melakukan melakukan pengancaman dan kekerasan terhadap aparat yang sedang bertugas. Perbuatannya tersebut dianggap memenuhi ketentuan Pasal 212 ayat (1) KUHP. Karena itu juga, terdakwa dituntut dengan hukuman selama setahun.   (git)