Arie Ahsan: ‘Refleksi Kedamaian dengan Pelayanan Terbaik’

Arie Ahsanurrohim

Sejak tahun 2001, Bandar Udara Internasional Ngurah Rai (BNR) Bali mendapatkan kehormatan sebagai salah satu dari enam Bandar Udara di dunia yang dinilai sebagai Bandar Udara Perdamaian atau Peace Airport.

Tahun ini, Sri Chinmoy Peace-Blossom kembali memberikan apresiasi ‘Torch Bearer’ kepada manajemen atas usaha dan semangat dalam memberikan pelayanan yang bersifat imparsial kepada seluruh pengguna jasa Bandar Udara.  Bagaimana tanggapan Arie Ahsanurrohim selaku Communication and Legal Section Head BNR Bali terhadap penghargaan ini?

“Bagi kami, apresiasi itu adalah bentuk kehormatan atas pelayanan yang kami berikan kepada pengguna jasa bandara. Dinobatkannya BNR Bali sebagai Bandar Udara Perdamaian (Peace Airport) semakin menyemangati kami untuk memberikan pelayanan terbaik karena itulah refleksi kedamaian,” ungkap Arie Ahsan di sela acara penganugerahan ‘Torch Bearer’, Rabu (30/1/2019) di Taman Sri Chinmoy Peace Airport, Terminal Kedatangan Internasional BNR Bali.

Pelayanan terbaik, sambung Arie Ahsan adalah memanusiakan manusia. “Artinya, kami sangat peduli dengan kondisi pengguna jasa kami seperti para difabel. Kami punya program untuk pengguna jasa difabel semata-mata agar mereka merasa nyaman dan lancar dalam perjalanannya,” sebutnya.

Arie pun mengapresiasi keberadaan Taman Sri Chinmoy Peace Airport di BNR Bali yang ingin menularkan aura perdamaian di Bandar Udara. “Ini murni inisiasi dari Yayasan Taman Sri Chinmoy. Penilaian mereka terhadap BNR Bali karena Bali yang memiliki taksu dan nilai-nilai luhur budaya Bali. Taksu itulah yang menyiratkan aura kedamaian kepada pengguna jasa bandara dari negara manapun saat singgah di Bali,” terang Arie lagi.

Pesan utama dari Yayasan Sri Chinmoy ini adalah mengekspresikan kedamaian itu lewat musik, sastra dan tarian. “Jadi kami hanya memfasilitasi keberadaan Taman Sri Chinmoy dengan mengatur penempatannya, penataannya untuk dipercantik lagi,” pungkas Arie Ahsan.   (ari)