Wagub Cok Ace: ‘Beri Porsi Lebih Besar untuk Pengembangan UMKM’

Foto bersama usai pembukaan pertemuan tahunan IJK di Nusa Dua, Bali, Selasa (29/1/2019).

Nusa Dua, PERSPECTIVESNEWS.COM- Wakil Gubernur Bali Tjokorda Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mengharapkan industri jasa keuangan (IJK) bisa lebih mendukung pengembangan usaha rakyat, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Demikian disampaikan Wagub saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka pertemuan tahunan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Bali-Nusra di ITDC Nusa Dua, Selasa (29/1/2019).

Pertemuan Tahunan tersebut, mengambil tema besar ‘Kolaborasi Membangun Optimisme dan Akselerasi Menuju Pembangunan Berkelanjutan’ dan dihadiri pimpinan jasa keuangan seluruh wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

Menurut Wagub, akses-akses keuangan yang mudah kepada usaha rakyat, petani, nelayan dan UMKM akan memberikan perkembangan signifikan bagi ekonomi Bali. “Sehingga apa yang dicapai Bali saat ini bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang,” jelas Cok Ace.

Wagub juga mengapresiasi peran OJK dengan inovasi dan pemikirannya bagi pembangunan ekonomi Bali, apalagi di tahun politik seperti saat ini. “Untuk itu, kita tingkatkan lagi sinergi yang sudah terjalin baik. Kami juga mengharap peran penting OJK untuk menghindarkan masyarakat dari investasi bodong dan kejahatan keuangan lain,” ujarnya.

Kepala OJK Regional 8 Bali-Nusra Elyanus Pongsoda menyebut pertumbuhan ekonomi Bali tahun lalu secara umum sangat positif dengan angka 6,4 % atau diatas angka pertumbuhan ekonomi nasional. “Kami perkirakan tahun 2019 akan berada di angka 6-6,4% meskipun banyak faktor luar seperti pemilu,” jelas Elyanus.

Ditambahkan, nilai aset perbankan di Bali juga tumbuh menjadi Rp 213,13 triliun atau meningkat 7,6 % dari tahun sebelumnya. OJK juga memantau perkembangan Asuransi Usaha Tani/Ternak serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang berkembang baik di Provinsi Bali sebagai salah satu pendorong program ketahanan pangan nasional.

Pertemuan itu dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK RI Heru Kristiyana, Deputi Komisioner OJK Slamet Edy Purnomo, Anggota Komisi 11 DPR RI Rai Wirajaya dan Tutik Kusumawardani, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali Causa Iman Kirana serta jajaran BPK, Ombudsman dan OPD Provinsi Bali.   (ari)