Pembagian Zona Pra-PON Bulutangkis belum Keluar

ANDALAN – Ade Pranita salah satu pebulutangkis andalan Bali di Pra-PON nanti. (FOTO: Perspectivesnews/dok)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS.COM – Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Bali kini sedang menunggu pembagian zone Pra-PON, yang hingga saat ini masih digodok oleh PP PBSI di Jakarta. Sedangkan tanggal pelaksanaan Pra-PON cabor ini sudah dipastikan mulai tanggal 22 sampai 27 November 2019.

“Jadi, berdasarkan surat PP. PBSI yang diterima Pengprov PBSI Bali selain gelaran dimulai pada tanggal 22 sampai 27 November 2019, usia maksimal atlet yang boleh turun juga sudah ditentukan, yakni kelahiran 1997,” ucap Ketua Umum PBSI Bali, Nengah Wiratha, Rabu 30 Januari 2019.

Menurutnya, kini yang masih ditunggu Bali dan provinsi lainnya hanya tinggal pembagian zone, yang masih digodok dan kemungkinan akan diumumkan pada akhir Februari mendatang.

“Bahkan kami juga belum membentuk tim bayangan, karena memang ada hal-hal yang harus kami lakukan terkait dengan persiapan tim Pra-PON. Pra-PON itu bagus digelar November karena sangat tepat setelah helatan Porprov Bali. Artinya jenjang Porprov Bali benar-benar sesuai dengan arah ke Pra-PON,” ujar Wiratha.

Hal lain juga, karena pada 18 Mei nanti bakal ada Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) PBSI Bali untuk pergantian pengurus karena masa bhaktinya sudah habis. Wiratha memastikan jika itu tetap harus dilakukan sesuai waktu dan tidak diundur-undur lagi.

“Pastinya pembentukan tim bayangan nantinya akan ditentuka oleh ketua umum yang baru serta pengurus baru nantinya. Termasuk untuk kriteria seleksi maupun mekanisme dari pembentukan tim bayangan sendiri nantinya,” jelas Wiratha.

Sementara itu, Sekretaris Umum PBSI Bali, Made Darmiyasa, berancang-ancang ada saran soal kriteria pemanggilan dan seleksi pebulutangkis untuk tim bayangan Pra-PON bulutangkis Bali.

“Kalau secara pribadi, saya berpikir pebulutangkis yang dipanggil untuk seleksi nantinya yakni pebulutangkis yang masuk final untuk nomor perorangan dan juara saja untuk nomor ganda. Tujuannya demi meminimalisir jumlah pebulutangkis yang menghuni tim bayangan bulutangkis Pra-PON Bali mendatang,” demikian Made Darmiyasa.(git)