Satu Keluarga Tewas Tertimbun Tanah Longsor di Buleleng

0
220
Satu keluarga yang tewas tertimbun tanah longsor di Banjar Dinas Sangker. (FOTO: laman resmi BPBD Buleleng)

Singaraja, PERSPECTIVESNEWS.COM – Hujan lebat yang mengguyur Banjar Dinas Sangker, Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, menyebabkan satu keluarga Ketut Budikaca (33 tahun), Luh Sentiani (27 tahun) yang merupakan istri Budikaca, serta dua anaknya, masing-masing Putu Rikasih (9 tahun) dan Kadek Sutama (5 tahun) tewas tertimbun tanah longsor, Selasa 29 Januari 2019 pukul 05.00 Wita.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Suadnyana mengatakan pihaknya telah menurunkan Tim Reaksi Cepat BPBD Buleleng untuk melakukan assessment dan penyerahan bantuan logistik.

“Diperkirakan hujan yang lebat secara terus menerus menyebabkan terjadinya longsor menimpa rumah Budikaca sekeluarga, yang pada saat itu dalam keadaan tidur nyenyak,” ujar Ida Bagus Suadnyana seperti tertulis pada laman resmi BPBD Buleleng.

Sementara Plt Sekretaris BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin di Denpasar mengatakan seluruh korban tewas tertimbun tanah longsor merupakan warga Banjar Dinas Sangker. Made Rentin menambahkan, tanah longsor yang menimbun rumah korban terjadi lantaran daerah tersebut diguyur hujan deras.

Secara rutin, kata Rentin, pihak BPBD Provinsi dan Kabupaten/Kota sebenarnya sudah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di saat musim hujan dan cuaca ekstrem seperti saat sekarang ini.

“Itu karena di saat hujan lebat disertai angin kencang, biasanya akan diikuti dengan musibah lainnya sebagai dampak bawaannya antara lain longsor, banjir, hingga pohon tumbang,” ujarnya menerangkan.

Terhadap korban meninggal dalam bencana longsor di Buleleng ini, Pemprov Bali melalui BPBD Provinsi Bali akan memberikan santunan berupa uang duka sebesar Rp15 juta bagi setiap korban meninggal dunia sebagai wujud rasa belasungkawa.

Hal itu sesuai dengan yang diatur dalam Pergub Bali Nomor 60 Tahun 2015 juncto Pergub Bali Nomor 28 Tahun 2017 tentang Santunan dan Bantuan Sosial Perbaikan Sarana dan Prasarana Perekonomian, Rumah Masyarakat dan Fasilitas Umum untuk Korban Bencana.

“Yang esensi, adanya pemerintahan sampai level ke bawah adalah pemerintah selalu hadir di tengah masyarakat,” ucap Rentin.(zil)