DPD RI Gelar FGD Inventarisasi Masalah RUU Partisipasi Masyarakat

0
183
FGD penyusunan daftar inventarisasi masalah RUU tentang partisipasi masyarakat yang digelar DPD RI di Ruang Praja Utama Kantor Walikota Denpasar, Jumat (25/1/2019).

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS.COM- Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mengadakan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan daftar inventarisasi masalah RUU tentang Partisipasi Masyarakat di Ruang Praja Utama Kantor Walikota Denpasar, Jumat (25/1).

Diskusi yang bertujuan untuk mendengar pendapat dan masukan serta mengetahui permasalahan dan urgensi tentang partisipasi masyarakat dalam penyelenggaran Negara Indonesia
ini melibatkan berbagai stakeholder yakni Akademisi, DPRD, Perwakilan OPD Pemerintah Kota Denpasar, praktisi, masyarakat dan LSM.

Kegiatan ini dibuka secara resmi Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Denpasar I Made Toya mewakili Walikota Denpasar IB Rai Dharawijaya Mantra.

Dalam sambutan tertulis Walikota Denpasar yang di bacakan I Made Toya menyatakan, sebagai amanah UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 Pasal ayat (2) menyebutkan bahwa ‘Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar’. Ketentuan konstitusi tersebut menyiratkan bahwa sistem pemerintahan Indonesia harus berdasarkan prinsip tersebut maka segala kebijakan keputusan dan peraturan yang dikeluarkan pemerintah harus berorientasi pada kedaulatan rakyat dan hukum. Tertib pembentukan produk Hukum Daerah harus dikawal sejak saat perencanaan sampai dengan pengundangannya kedalam lembaran negara maupun berita negara.

I Made Toya menambahkan banyaknya peraturan perundang-undangan yang digugat ke Mahkamah Konstitusi atau Mahkamah Agung oleh komponen masyarakat menunjukan bahwa aspirasi dan kebutuhan masyarakat tidak diakomodir dalam pembentukan peraturan perundang-undangan.

Untuk itu Pemerintah Kota Denpasar sangat mengapresiasi dengan diadakan FGD di Denpasar yang membahas tentang RUU Partisipasi Masyarakat. “Untuk itu kami mengharapkan agar para peserta dapat mengikuti FGD dengan baik dan mendiskusikan hal-hal yang kurang jelas dengan para narasumber,’’ harap Made Toya.  (hum)